Tampilkan postingan dengan label Cyberlife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyberlife. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Raih Beasiswa Hanya Bermodal "Nge-Tweet"

Beasiswa biasanya diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang berhasil membuat tulisan esai yang berkualitas, atau membuat laporan penelitian. Persyaratan beasiswa juga biasanya rumit, terbatas, dan sangat akademis. Kini, program beasiswa sudah berubah menjadi salah satu kegiatan dalam jejaring sosial. Hanya bermodal nge-tweet, seorang pelajar di California memperoleh beasiswa dari Kentucky Fried Chicken (KFC) Foundation.

KFC Foundation memulai program ini tahun lalu. Tahun ini, kegiatan tersebut kembali digelar. Jumlah pelamar beasiswa berjumlah 2.800 yang berasal dari seluruh California dan mereka hanya berkompetisi melalui Tweet. Jika tahun lalu KFC Foundation hanya meminta para pelamar untuk mem-posting teks, tahun ini harus ditambah dengan gambar atau foto. Tema yang diminta juga tidak sulit, hanya sebutkan perguruan tinggi impian mereka dan jelaskan alasannya melalui teks, lalu lengkapi dengan gambar perguruan tinggi tersebut.

Rick Maynard, Public Relations Manager KFC, mengatakan, mengambil gambar dan menambahkan tulisan serta mem-posting-nya di Twitter bukan lagi merupakan sesuatu hal yang sulit di kalangan pelajar. Ini sekaligus menjadi strategi pemasaran yang baik bagi KFC karena peserta juga diwajibkan untuk mem posting kembali tweet mereka ke blog, Facebook, dan jejaring sosial lainnya. Pemenang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa 5.000 dollar AS per tahun hingga lulus dari perguruan tinggi impian mereka.

Sree Sreenivasan, profesor digital media yang mengajarkan kelas tentang pemanfaatan sosial media di Columbia Journalism School, mengatakan, ia tidak terkejut melihat kompetisi seperti ini. Ia bahkan pernah menemui sebuah program beasiswa yang pemenangnya ditentukan sejauh mana seorang siswa dapat menendang bola dalam kejuaraan SEC Championship game. "Apakah itu lebih baik atau lebih buruk dari Twitter?" tanyanya. Kompetisi beasiswa semacam ini memang menitikberatkan pada pemasaran produk sponsor, bukan lagi kualitas pelamar beasiswa yang memenuhi syarat.

Di luar kontroversi apa pun, KFC Foundation tetap menyelenggarakan kompetisi ini dan berharap tahun depan bisa menggunakan teknologi baru untuk penyelenggaraan seleksi beasiswa. KFC Foundation akan terus mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang untuk menentukan konsep program beasiswa tahun depan. Tahun ini, penyelenggaraan dianggap sukses dan nama peraih beasiswa akan diumumkan tanggal 15 Desember 2011. Tahun 2012, KFC Foundation berencana menyelenggarakan seleksi beasiswa melalui format digital di seluruh dunia, bukan lagi sebatas di California. Semoga, termasuk di Indonesia.

Jumat, 11 November 2011

Pria Sering Ditipu Wanita Seksi di Facebook

Pria Sering Ditipu Wanita Seksi di FacebookMenurut survei yang dilakukan di Inggris dan Amerika Serikat (AS) pria lebih sering tertipu ketika melihat wanita berpakaian minim atau seksi di Facebook.

Survei tersebut menyebutkan pria lebih berisiko tertipu dibanding wanita ketika menambahkan teman yang tidak di kenal melalui jejaring sosial terpopuler di dunia.

Itu bukan karena perempuan secara alami berhati-hati ketika memasukan informasi pribadinya ke Facebook, tapi ini lebih dikarenakan faktor seks.

Survei yang dilakukan software anti-virus BitDevender, mengungkapkan pria lebih sering menambahkan wanita yang berpakaian minim untuk menjadi teman mereka di Facebook. Demikian seperti dikutip Daily Mail, Jumat (11/11/2011).

Survei ini melibatkan 1.649 pria dan wanita di Inggris dan AS, sebanyak 1.500 pengguna pria merasa tertipu dan merasa dibohongi, terutama ketika melihat kecantikan dan keseksian wanita. Biasanya ketika sudah dekat dan membangun hubungan intens dengan wanita, pria akan mengabaikan peraturan privasi, seperti memberitahukan nomer rakening dan memperlihatkan semua informasi pribadinya.

Hasil dari survei tersebut menemukan 64,2 persen wanita selalu menolak permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal, sedangkan sebanyak 55,4 persen pria juga melakukan hal yang sama.

Wanita tidak terpancing ketika ada pria yang terlihat tampan memintanya menjadi teman mereka. Menurut ketua peneliti George Petre, keengganan wanita menerima permintaan pertemanan dari orang asing karena internet sudah mengedukasi mereka untuk berhati-hati ketika menerima teman pria yang aneh.

"Survei ini menunjukan pria lebih berisiko ketimbang wanita, dalam menerima pertemanan dari orang yang tak dikenal. Secara positif, survei ini juga menunjukan seperempat dari pengguna Facebook enggan berbagi lokasi dengan alasan lokasi merupakan privasi yang penting," simpul Petre.

Rabu, 09 November 2011

Sebar Virus ke 4 Juta PC, 6 Pria Disidang

Contoh situs yang menampilkan iklan asliEnam orang pria asal Eropa Timur sedang menjalani persidangan karena menyebarkan virus yang sempat menginfeksi komputer NASA. Satu orang masih buron.

Jaksa Federal Amerika Serikat menyampaikan tuntutan kepada sindikat penjahat internet yang telah merancang skema internasional untuk membajak lebih dari 4 juta komputer di seluruh dunia. Termasuk di antara yang terinfeksi adalah komputer milik badan antariksa AS (NASA).

Menurut Jaksa Preet Bharara para tersangka menghasilkan setidaknya 14 juta dollar AS dari perbuatan mereka. Penghasilan ini diperoleh dengan menipu sistem iklan online.

Diperkirakan ada 4 juta komputer yang terbajak oleh aksi mereka. Sekitar 500 ribu komputer di antaranya berada di Amerika Serikat. Daftar korbannya pun beragam, mulai dari pengguna individu, lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, dan lembaga pemerintahan seperti NASA.

Di NASA ada sekitar 130 komputer yang terinfeksi. NASA pun membantu investigasi dan pihak penyelidik mengikuti jejak digital pelaku hingga ke Eropa Timur.

Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Enam dari tujuh orang yang disebutkan dalam surat dakwaan itu berasal dari Estonia, dan satu orang berasal dari Rusia. Pria asal Rusia tersebut sejauh ini masih buron.

Modus Penipuan

Apa yang dilakukan para tersangka? Pada dasarnya, mereka membuat program jahat yang menyusup ke komputer korbannya. Program jahat itu akan melakukan dua hal yang menguntungkan para tersangka.

Modus pertama, pengguna akan mengacaukan hasil pencarian yang dilakukan korbannya. Klik dari hasil pencarian tertentu akan diarahkan program jahat itu ke situs yang berbeda. Kemudian para pelaku akan mendapatkan komisi untuk setiap kunjungan yang terjadi.

Modus kedua, program jahat yang disebar itu akan membajak iklan-iklan yang muncul di situs-situs populer tertentu. Iklan di situs seperti ESPN, Amazon hingga Netflix dan lainnya diganti oleh iklan lain. Iklan 'palsu' itu akan menghasilkan uang bagi pelaku, bukan pengelola situs yang seharusnya.

Dalam surat dakwaan disebutkan, setidaknya dalam waktu lima tahun, pendapatan dari iklan palsu ini telah memberikan penghasilan sebesar 14 juta dollar AS. FBI kini telah menonaktifkan server yang selama ini digunakan tersangka.